Skip to main content

Penghancuran Paru-paru Bumi

"Hanya dalam waktu tiga tahun, 600.329 hektar hutan alam lenyap. Ini adalah kerusakan tercepat di dunia. Menurut Greenomics, kerusakan hutan terparah mencapai 72 %  dari  130.000.000 Ha. ini merupakan rekor dalam penghancuran Bumi." What a Shame, People !

Penggalan berita diatas bisa menjadi gambaran seperti apa bumi kita indonesia sekarang? Enviromental Disaster Seperti : Banjir, tanah longsor, kerap terjadi dan banyak hal yang menjadi korban..Seperti halnya sebuah paru paru bumi hutan adalah tempat fauna dan flora untuk berkembang biak..Hutan bagaikan  surga untuk mereka. khususnya hutan indonesia yang dulu indah dan mencukupi 35% pasokan oksigen dunia sekarang berubah menjadi neraka.



Segenap rakyat Indonesia pantas bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas anugerah-Nya berupa melimpahnya keanekaragaman hayati yang ada di hutan tropis. Perwujudan rasa syukur yang tertinggi atas anugerah itu tentu saja adalah menjaga kelestariannya.
Namun, boro - boro melestaikannya, yang terjadi adalah bagaimana mengubahnya menjadi duit dan  justru berlomba-lomba untuk menghancurkan Paru paru dunia, data dari World Research Institute, menyebutkan 72 % dari tutupan hutan Indonesia seluas 130.000.000 hektar telah hilang. Artinya, hutan Indonesia hanya tinggal 28 %.

Bahkan pada tahun 2007 yang lalu, buku rekor dunia telah memasukan Indonesia sebagai negara penghancur hutan tercepat di dunia. Parameternya adalah dari 44 negara yang secara kolektif memiliki 90 persen hutan di dunia, negara yang meraih tingkat laju deforestasi tahunan tercepat di dunia adalah Indonesia, dengan 1,8 juta hektar hutan dihancurkan per tahun antara tahun 2000 hingga 2005.

Kehancuran hutan itu telah mengakibatkan berbagai bencana ekologi terjadi di negeri ini. Sepanjang 2000 hingga 2009 saja misalnya, telah  terjadi  sedikitnya 456 bencana banjir dan longsor si seluruh pelosok negeri akibat hancurnya hutan.Bencana itu pun telah memaksa ribuan penduduk menjadi pengungsi di negerinya sendiri.

Informasi mengenai kehancuran hutan Indonesia beserta dampak buruk yang menyertainya ternyata tidak menyurutkan langkah pemerintah untuk mendukung kebebasan industri tambang dan industri lainnya seperti sabun , kertas dan banyak produk.kita ambil contoh 1 hal yang kita pakai sehari hari yaitu sampho Merk Dove (karena telah terbukti merusak hutan).



Apa pendapat anda setelah melihat video dari greenpeace tersebut?


Gallery Deforestating:

http://www.greenpeace.org/raw/image_full/usa/photosvideos/photos/illegal-logging-in-the-amazon.jpg
http://www.environment-green.com/images/logging.jpg
http://www.swaberita.com/wp-content/uploads/2008/11/pencurian-kayu.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhLLbEIAtOH7riBrjTVVOuPCf5gX3iryfsk1sjl5mfEs-HWQu6FTJlIeUDAJz2LxSAnJ86rs8LGC3GzoNu1MoiNrXfhVPHWzhVUt7TTiajQfFpkrWk8uPMYVfzP6b6on4TwYkLI18Xl7BBi/s400/Foto+Riau+-+Illegal+Logging+Area+in+Riau.jpg
http://assets.wwf.org.uk/img/illegal_logging_400_1_6926.jpg
http://www.nature.ca/sila/dvtr/images/frstbd.gif http://www.ens-newswire.com/ens/sep2004/20040902_clearcut.jpg
http://ecosys.cfl.scf.rncan.gc.ca/images/coupes.jpg http://www.mascd.net/BCSCD/Urbanpage_Files/Forest%20Harvest%20Web.jpg  http://cfs.nrcan.gc.ca/images/1929 
Pelajaran apa yang kita dapat setelah melihat pengrusakan ini? Bahwa apa yang harusnya seimbang ya harus dijaga seimbang. Bumi juga butuh keseimbangan. Mari kita biasakan untuk menanam pohon setidaknya 1x dalam seumur hidup kita. kalau bukan kita siapa lagi? We Care, Kita Peduli !!

Popular posts from this blog

10 Lokasi Harta Karun Misterius

Akhir-akhir ini ramai diperbincangkan tentang penemuan harta karun di sekitar pulau jawa, tepatnya di lautan hindia didaerah perairan subang jawa barat, namun sebenarnya sudah ada beberapa harta karun yang di temukan oleh manusia, berikut daftarnya : 10. Yamashita Treasure, Philipines Harta karun Yamashita, Adalah harta yang dijarah oleh pasukan Jepang pada Perang Dunia II, Lokasi ini berada di sebuah Teluk di Philipina, Banyak yang percaya akan ada nya harta ditempat ini, tapi karena medannya telah berubah, harta ini semakin sulit dicari.

Belanja Kendaraan Perang Amerika

5. Kapal Perang Kelas Iowa Dalam kurun waktu tahun 1939 hingga 1942 seidaknya telah 4 unit kapal perang kelas Iowa. Kapal perang jenis ini dibutuhkan oleh pemerintah Amerika pada tahun 1939 sebagai senjata pemukul pamungkas untuk mengendalikan kekuatan armada laut di kawasan Samudera Pasifik saat berlangsungnya Perang Dunia II. Sejatinya pemerintah Amerika merencanakan membuat 6 kapal perang jenis ini, tapi karena mengingat besarnya biaya yang dibutuhkan pada waktu itu maka diputuskan hanya membuat 4 kapal saja. Kapal jenis Iowa memulai tugas untuk seluruh unit armadanya pada tanggal 22 Pebruari 1943 , dan kini kesemua unitnya telah memasuki masa pensiun pada bulan Maret 2006. Biaya pembuatan 1 kapal pada waktu itu (1943) adalah sekitar 1,8 Milyar USD (sekitar 17 Trilyun Rp). Biaya sebenarnya tentunya dirahasiakan, tetapi ini adalah kalkulasi dari beberapa pengamat ekonomi pada waktu itu yang telah memperhitungkan faktor inflasi dan depresiasi mata uang Dollar. Dengan dibuatnya 4 ka...

Surat Kabar Bersejarah

New York Times: "Titanic Karam setelah 4 jam menabrak gunung es" 16 April 1912 New york times Ini adalah salah satu dari sedikit berita utama yang akurat setelah tenggelamnya kapal Titanic. Wartawan di beberapa surat kabar lain masih dalam penyangkalan bahwa Titanic tidak tenggelam: The Daily Mirror melaporkan, "Semua orang aman", dan Daily Mail, "Tidak ada orang yang hilang". Daily Mail: "Keanjlokan Terbesar dalam Sejarah di Wall Street" 25 Oktober 1929 daily mail Wall Street 1929, dipicu oleh ketidakpastian pertimbangan dari pemerintah mengakibatkan harga saham anjlok ,ini adalah yang terburuk dalam sejarah AS. Pada tanggal 24 Oktober, lebih dari 12,9 juta saham diperdagangkan oleh investor yang sedang panik. The News Chronicle: "Hitler Tewas" 2 Mei 1945 The News Chronicle Pada tanggal 2 Mei 1945, The News Chronicle, yang kemudian menjadi Daily Mail, menerbitkan judul yang berani . Pada waktu itu, tak seorang pun yakin kalau ...