Pada suatu bukit di timur laut Georgia berdiri salah satu monumen yang paling aneh dan misterius. Tetapi ini tidak diciptakan pada era yang sangat kuno. Dikenal sebagai ‘Georgia Guidestones’, batu ini memiliki struktur tinggi sekitar 16 kaki, terdiri dari 20 ton lempengan granit yang dipoles dan ditulis dalam duabelas bahasa termasuk tulisan Hiroglip sesuai era Mesir kuno, bahasa India kuno, Swahili, Arab, Hibrani, China, Sepanyol, Sansekerta, Babilonia, Inggris, Yunani, Rusia dan Yunani.. Dengan petunjuk seolah seperti pewahyuan baru yang ditujukan untuk orang-orang yang kebingungan dengan kata-kata “Selamat mencoba membangun peradaban kembali”. Bangunan itu juga berorientasi untuk melacak arah migrasi dan matahari dari timur-barat sepanjang tahun dan memiliki lubang yang memungkinkan untuk menemukan dan melihat dengan jelas Bintang Utara. Bangunan batu ini dibangun oleh sebuah kelompok orang yang tidak diketahui identitasnya hingga kini dan akan tetap sebuah misteri.
Dengan Gaya gravitasinya yang sangat spektakuler lubang hitam adalah monster kosmis tersendiri. Jurang ketiadaan ini bahkan melenyapkan cahaya. Lubang hitam (black hole) sering dihubungkan dengan hilangnya benda-benda kosmis bahkan wahana udara sekalipun, seperti pernah disinggung dalam rubrik ini berkaitan dengan hilangnya banyak pesawat di Segitiga Bermuda dan Samudera Atlantik Utara. Pro dan kontra pendapat mengenai hal ini memang tak pernah surut. Cerita seputar Segitiga Bermuda pun sepertinya tetap misterius, dan menjadi bahan tulisan yang tidak ada habis-habisnya. Dalam bahasan fenomena kali ini, baiklah kita tinjau sedikit apa sebenarnya lubang hitam atau yang disebut para ilmuwan sebagai singularitas dari bintang redup yang mengalami keruntuhan gravitasi (gravitational collapse) sempurna ini. Bila ditelusuri istilah lubang hitam, sebenarnya belum lah lama populer. Dua kata ini pertama kali diangkat oleh fisikawan AS bernama John Archibald Wheeler pada tahun 1968. Wheeler mem...