Pada suatu bukit di timur laut Georgia berdiri salah satu monumen yang paling aneh dan misterius. Tetapi ini tidak diciptakan pada era yang sangat kuno. Dikenal sebagai ‘Georgia Guidestones’, batu ini memiliki struktur tinggi sekitar 16 kaki, terdiri dari 20 ton lempengan granit yang dipoles dan ditulis dalam duabelas bahasa termasuk tulisan Hiroglip sesuai era Mesir kuno, bahasa India kuno, Swahili, Arab, Hibrani, China, Sepanyol, Sansekerta, Babilonia, Inggris, Yunani, Rusia dan Yunani.. Dengan petunjuk seolah seperti pewahyuan baru yang ditujukan untuk orang-orang yang kebingungan dengan kata-kata “Selamat mencoba membangun peradaban kembali”. Bangunan itu juga berorientasi untuk melacak arah migrasi dan matahari dari timur-barat sepanjang tahun dan memiliki lubang yang memungkinkan untuk menemukan dan melihat dengan jelas Bintang Utara. Bangunan batu ini dibangun oleh sebuah kelompok orang yang tidak diketahui identitasnya hingga kini dan akan tetap sebuah misteri.
Seekor ikan sejenis lele diduga telah bermutasi secara genetik menjadi berukuran sangat besar dan mengerikan. Ikan ini kini menjadi obyek penelitian para ilmuwan di Nepal dan India. Mereka khawatir ikan itu sudah membunuh beberapa orang setelah ‘merasakan’ mayat manusia. Lele raksasa ini, biasanya disebut goonch, diduga tumbuh besar setelah mendapat makanan mayat-mayat manusia yang dibuang di sungai Great Kali, sungai di perbatasan Nepal-India, tempat ikan itu ditangkap. Ikan yang telah bermutasi itu kini sedang dalam penyelidikan ahli biologi Jeremy Wade. Wade meneliti ikan lele raksasa itu untuk acara televisi dan akan ditayangkan stasiun televisi Five dalam waktu dekat. “Penduduk lokal mengatakan kepada saya suatu teori bahwa monster ini telah tumbuh luar biasa besar karena makan sisa pembakaran mayat. Mungkin mereka merasakan nikmatnya daging manusia setelah memakan sisa-sisa mayat itu” ungkap Wade. “Kemungkinan ada beberapa lele yang tumbuh lebih besar daripada yang lain dan ...